Pria yang Menjalankan Kasino Ilegal Terbesar AS Meninggal di Usia 90

25 Mei 2021 15:00

Mantan mafia Amerika Lenny Strollo, yang pernah mengoperasikan kasino ilegal terbesar di Amerika Serikat, telah meninggal dunia pada usia 90 tahun.

Pada satu titik dalam karir mafia, Strollo memiliki seluruh sistem hukum Mahoning County, Ohio, bekerja untuknya.

Pada usia dini, ia bergabung dengan Pittsburgh Mob, dan setelah naik pangkat pada 1960-an, ia menjadi kepala kelompok kriminal terorganisir yang beroperasi dari Youngstown, Ohio.

Alfa dan Omega dari Lembah Mahoning

Hampir semua kejahatan di Lembah Mahoning berada di bawah kendali Strollo pada saat itu, membuat Youngstown mendapat julukan “Crimetown USA, setelah The Saturday Evening Post menerbitkan sebuah artikel tentang mafia dan krunya.

Strollo dan saudaranya Dante mengendalikan mesin poker, bertaruh pada olahraga dan mesin penjual otomatis di Lembah. Mereka menggunakan uang yang mereka peroleh untuk menyuap pejabat setempat. Pada waktunya, mereka beralih ke pemerasan, perdagangan narkoba, dan pembunuhan.

Di pinggiran kota Youngstown yang kumuh, Strollo dan sindikat kejahatannya mendirikan kasino ilegal bernama All-American Club. Pihak berwenang menutupnya pada akhir 1980-an. Namun, menurut dokumen pengadilan, pada saat itu, itu menghasilkan lebih dari £ 14 juta untuk Pittsburgh Mob setiap tahun, sehingga menjadi kasino bawah tanah paling menguntungkan di Amerika Serikat.

Menjadi Mafia Pembalik

Pada pertengahan 1990-an, Strollo kehabisan keberuntungan. Pada tahun 1997 ditangkap dalam tindakan keras terhadap perjudian gelap dan korupsi. Namun, ia segera membuat kesepakatan dengan jaksa federal, menjadi apa yang di AS dikenal sebagai “mafia turncoat”. Strollo dijatuhi hukuman dua belas tahun penjara, tetapi pihak berwenang mengizinkannya menyimpan uangnya.

Dia mengaku bersalah karena memimpin beberapa operasi kejahatan terorganisir di Lembah Mahoning, tetapi yang terpenting, dia mengakui bahwa dia telah memerintahkan pembunuhan saingan utamanya Ernie Biondillo.

Namun, daftar kejahatan yang dia lakukan tidak berakhir di situ. Strollo memerintahkan pembunuhan Paul Gains, Jaksa Wilayah Mahoning. Keuntungan menemukan dirinya di daftar sasaran mafia setelah menolak untuk bekerja sama dengan sindikat kejahatannya. Pembunuhan itu dilakukan pada Malam Natal 1996, tetapi dia berhasil bertahan dan masih menjabat.

Membantu Pihak Berwenang sebagai imbalan untuk hukuman yang lebih pendek

Strollo juga menumpahkan rahasia pada sesama mafia dan tokoh masyarakat lainnya yang bekerja sama dengan kejahatan terorganisir. Berkat kesaksiannya, seorang mantan hakim, seorang jaksa, dua hakim, dan bahkan seorang anggota kongres distrik James Traficant ditahan dan kemudian dijatuhi hukuman penjara yang lama.

Menurut informasi yang terungkap selama penyelidikan, Strollo memiliki seluruh sistem hukum Mahoning County di bawah kendalinya. Dia menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan loyalitas mereka, mulai dari suap yang besar hingga sumbangan kampanye.

Kesaksiannya membantu pihak berwenang mengirim banyak pemimpin kriminal ke penjara, sementara beberapa dari mereka bahkan menerima hukuman penjara seumur hidup.

Jatuhnya Pittsburgh Mob

Strollo menjadi orang bebas pada tahun 2008, tetapi segera setelah dia dibebaskan dari penjara, dia dibawa ke program perlindungan saksi federal. Namun demikian, ia berhasil menghabiskan sisa hidupnya di Lembah. Saat ancaman pembalasan mereda, Strollo membeli sebuah rumah di dekat Youngstown, tempat dia tinggal sampai kematiannya.

Pittsburgh Mob, dijalankan oleh keluarga De Rocca, telah kehilangan kekuatannya pada awal 2010-an setelah kehilangan beberapa anggota kunci. Beberapa meninggal, sementara banyak lainnya dihukum berkat Strollo.

Paul Gains, yang hampir menjadi korban sindikat kriminal Strollo, mengatakan kematian mafia itu mewakili sebuah era. Dia menggambarkan Strollo sebagai sosok yang berbahaya dan bersyukur kepada Tuhan bahwa organisasinya adalah sejarah.


Dia memimpin sindikat kejahatan terkenal selama hampir tiga puluh tahun.

Author: Scott Schmidt